Aku benci jika harus mengmis memintamu kembali pada ku hanya untuk membuatku meras terhibur. Aku tidak apa-apa diputus oleh kamu, toh meski aku putus aku masih tetap bisa bernafas kok. Adanya kamu dan tidak adanya kamu aku masih bisa mencari kabahagian yang lain.
Lagi pula ini bukan kali pertamanya aku putus cinta dari sebelum diri mu aku sudah pernah putus cinta dan aku masih tetap bisa berdiri dan akhirnya aku jatuh cinta lagi pada kamu. Putus dari kamu aku pikir akan sama seperti sebelumnya aku akan tetap bisa melewatinya, karena aku adalah wanita yang tegar.
Tapi kenapa kali ini terasa berbeda? bukan-bukan karena aku ingin kembali pada mu. Aku merasa selama ini aku terus-terusan menipu diriku sendiri. Rasanya seperti aku bohong jika aku katakan aku tidak apa-apa putus cinta lalu jatuh cinta lagi.
Sebenarnya bukan itu yang aku inginkan, aku ingin sama seperti pasangan lain, selalu melewati tahun-tahun yang berbeda namun dengan perasaan yang sama. Tapi kenapa aku selalu gagal-setiap aku mencobanya.
Setiap Kali Aku Dengan Susah Mulai Berkencan Mengapa Dengan Mudahnya Putus
Setiap kali aku mulai jatuh cinta dan berkencan dengan orang yang baru aku selalu memulainya dengan cara yang berbeda, aku tidak pernah mencintai orang yang datang pada ku dengan cara yang sama. Namun yang pastinya aku selalu memperbaiki setiap kesalahan-kesalahan yang telah kulakukan dengan pasangan ku sebelumnya.
Kucuba lebih mengerti, terbuka, lebih mencintai dan semuanya kubuat lebih tapi mengapa aku selalu mendapati akhir yang sama. Setiap kali aku dengan susah payah memulai berkencan dengan orang yang baru mengapa terasa dengan mudahnya putus mengapa selalu berakhir putus.
Apakah Aku Terlau Mudah Untuk Jatuh Cinta
Sudah aku sudah mencoba selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik bahkan menjadi sempurna, tapi mengapa rasanya tetap sama meski aku telah merubahnya. Apakah aku salah? apakah aku mengencani orang yang salah? tidak rasanya aku mengencani seseorang seperti prosedur yang sudah berlaku dalam memulai sebuah hubungan cinta seperti pada umumnya.
Akhir yang sama seolah menjadi sesuatu yang tak dapat aku hindari. Apakah ini kesalhan, apakah aku terlalu mudah jatuh cinta hingga akhirnya kudapati akhir yang selalu sama?
Selalu Berbeda Alasan Untuk Meninggalkanku
Putus cinta lalu jatuh cinta lagi lalu putus lagi tak pernah sekali pun kutemukan alasan yang sama mengapa akhirnya aku bisa putus. Lalu bagaimana aku harus belajar agar aku tidak putus lagi ketika aku akan memulai berkencan lagi. Aku pikir kesalahan ku sebelumnya dapat ku jadikan pelajaran agar aku tak lagi gagal dalam memulai sebuah hubungan.
Tapi Mengapa orang yang ditinggal selalu diriku
Meski selalu berbeda alasan untuk meningglkan diriku namun mengapa orang yang selalu ditinggalkan adalah diriku bukan diriku yang meninggalkan. Apakah sepenuhnya kesalahan selalu ada pada ku, aku pikir tidak karena memang setiap orang tidak sama bagaimana bisa hanya diri aku yang selalu salah.
Sebuah Akhir yang Mudah
Aku tidak ingin selalu berakhir sama setiap aku mulai berkencan, aku ingn memiliki akhir yang bahagia setiap aku memuli berkencan, karena aku berkencan bukan untuk putus.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah