Belajarlah untuk meninggalkan rasa sakit hatimu, teruslah mencari cara agar mampu meninggalkan luka-luka dalammu, berlarilah namun jika tidak bisa berlari berjalanlah bahkan ketika berjalanpun tidaak mampu maka merangkahlah teruslah pelan-pelan merangkah namun jangan sekali-kali kamu mundur. Sembuhkan lukamu sendiri karena hanya dirimu yang mampu menyembuhkannya.
Terima Saja Kenyataan Bahwa Memang Ada Beberapa Orang Yang Diciptakan Untuk Sekedar Datang dan Tidak Pernah Tinggal Lama. Termasuk Dia
Kita menderita bukan karena kenyataan, Melainkan karena tidak bisa menerima kenyataan itu sendiri, yah jujur begitu sulit menerima sebuah kenyataan yang begitu pahit memanglah sangat tidak mudah, sama sekali tidak.
Butuh waktu yang lama untuk berdamai dengan keadaan karena kenyataan memang tidak selalu beriringan dengan harapan tapi bukan berarti kita harus dilanda penderitaan yang berkepanjangan.
Aku Mencoba Ikhlas dari Suatu Kehilanagan dan tersenyum dari suatu Kesakitan Yang Sedang Menimpa
Kata-kata ikhlas yang sangat mudah mengucapkannya hampir setiap orang pasti mengingatkan kita untuk bersabar saat cobaan menimpa, lagi-lagi aku mengatakan ikhlas itu jauh dari kata mudah, sulit memang mengaplikasikannya tapi bukan berarti tidak bisa, selama kita mau berusaha dan mensugesti diri sendiri agar mampu menerima apapun yang tiba-tiba pergi dan meninggalkan kita.
Jangan Sesali Yang Telah Pergi dan Jangan Telalu Meratapinya, Bangkitlah
Inilah saatnya, kamu lah orangnya. Mau sampai kapan kamu terpuruk meratapi kepergiannya bukankah terlalu lama menagisi orang sama sekali tidak menghiraukanmu, lalu untuk siapa tangisanmu ? Apakah dengan menagis seperti ini ia akan kembali ? Jawbannya tidak.
Maka jika bukan sekarang kapan lagi kamu akan bangkit dari keterpurukan ini dan jika bukan dirimu sendiri yang mampu membuatmu berdiri tegak siapa lagi ? Hingga dunia runtuhpun tidak akan ada yang bisa menolongmu bangkit. Maka yang mampu menolongmu hanya dirimu sendiri.
Kehilangan Membuat Kita Belajar Untuk Mengikhlaskan Sesuatu Yang Memang Bukan Untuk Kita
Belajar ilmu ikhlas yang konon katanya adalah ilmu paling tinggi belajarnya tiap hari bahkan tiap detik dan ujiannya selalu mendadak begitulah caranya ikhlas mengajarkan kita agar mampu mengikhlaskan apapun yang akan pergi, yang menghilang darimu dan yang meninggalkanmu.
Maka sesulit apapun cobalah kembalikan lagi pada kalimat apapun yang akan menjadi milikmu maka tidak akan pernah menjadi milik orang lain, dari kalimat itu mungkin kah kita masih berusaha mengambil milik orang lain ? karena sekuat apapun kita menahannya ia akan tetap pergi dan kembali kepada yang berhak memilikinya.
Sudahlah, Kita Diciptakan Untuk Kehilangan Banyak Hal Terutama Orang-Orang Yang Kita Sayangi
Sudahlah itulah garis yang telah di tetapkan untukmu, tidak pantas berteriak pada takdir, melawan takdir pun akan semakin menyakitimu. Kita yang hanya manusia biasa, bisa apa selain menerima takdir dengan lapang, karena ada banyak hal yang memang tidak bisa dipaksakan.
Sekuat apapun menahan orang yang kamu sayangi jika memang bukan untukmu maka sampai kapanpun ia tidak akan pernahmenjadi milikmu, menahannya akan semakin menambah luka.
Sudahlah, bukankah arti dari kehilangan adalah kau akan mendapatkankan penggantinya.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah
