Lelah rasanya bila harus selalu mencintaimu yang tak lagi peduli padaku, bahkan kadang aku ingin menyalahkan Tuhan saja karena tak segera membuatku lupa padamu meski aku sudah berusa keras untuk melupakannmu.
Tapi entahlah rasanya Tuhan masih ingin 'bermain-main' dengan perasaanku, Tuhan seolah mendorongku untuk tetap tak bisa lepas darinya meski aku sangat ingin segera lepas darinya.
Aku Sudah Berusaha Menghindar Darinya Namun Takdir Masih Saja Mempertemukan Diriku Dengan Dirinya
Sudah sering aku berusaha menjauh atau bahkan menghilang darinya, memutus semua komunikasi serta menghilangkan 'jejak', namun siapa yang nyana jika aku masih saja bisa dipertemukan kembali dengannya, hingga membuatku kembali berharap padanya.
Tak Mungkin Ini Hanya Sebuah Kebetulan, Karena Kebetulan Tidak Terjadi Berulang-Ulang
Bila ku sebut pertemuan ini hanya sebuah kebetulan dan bukannya sudah ditakdirkan Tuhan, kenapa terlalu sering?, kenapa terlalu mendekatkan?, kenapa masih bisa menimbulkan rasa? Bukankah kebetuan tidak terjadi berulang-ulang?
Aku Tidak Mengerti 'Maksud' Tuhan Dan Aku Tidak Tau Mungkinkah Ada Hikmah Dibalik Semua Ini
Sungguh aku tidak mengerti maksud Tuhan yang seolah tetap membiarkanku jatuh cinta pada seseorang yang terus menyakitiku. Aku tak paham apakah ada hikmah dibalik semua rasa sakit yang aku rasakan ini.
Aku Tau Bahwa Tuhan Bukannya Tidak Tau Remuknya Hati Ini Disakitinya, Yang Tak Ku Tau Mengapa Tuhan Membiarkanku Terus Disakiti
Aku tau Tuhan pasti mengetahui betapa remuknya hati ini dan betapa rapunya hati ini disakiti oleh seseorang yang sama dengaan cara yang tidak sama. Namun aku tidak tau mengapa Tuhan tidak juga mengulurkan 'tangannya' menyelamatkan hati ini untuk disakiti oleh seseorang yang sama.
Aku Juga Tau Bahwa Tuhan Mengeti Pedihnya Yang Ku Rasakan Yang Tak Ku Tahu Sampai Kapankah Tuhan Akan Membiarkanku Memiliki Perasaan Padanya
Aku percaya bahwa sesungguhnya Tuhanlah yang paaling mengerti pedihnya yang ku rasakan. Namun aku tidak tau akan sampai kapan Tuhan membiarkan perasaan mencintainya terus ada dalam hatiku, meski aku sangat ingin membuangnya jauh-jauh dengan segera.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah
