Mengutip sebuah komentar salah seorang pengguna forum kaskus dikatakan bahwa cinta tidak mengenal dua kesempatan atau lebih atau tidak ada kesempatan. Yang pasti ketika kamu mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh secara langsung tanpa sadar kamu telah memberikan kesempatan berulang kali, kesempatan untuk dicintai atau dihancurkan hingga berkali-kali tidak terhitung jumlahnya.
Lain halnya dengan pengguna kaskus lainnya yang mengatakan bahwa setiap orang itu selalu memiliki lebih dari dua kesempatan yang jadi masalah adalah apakah kesempatan itu benar-benar pantas untuk diambil/diberikan pada dia yang pernah menyakiti kamu?
Yang paling penting untuk selalu kamu ingat adalah ketika kamu memberikan kesempatan kedua berarti secara tidak langsung kamu juga membuka kesempatan perselingkuhan untuk yang kedua kalinya, karena kita tidak tau kan bagaimana orang yang kita beri kesempatan itu memanfaatkan kesempatannya, berubahkah atau malah semakin menjadi.
Hidup itu adalah pilihan pun begitu dengan kesempatan kedua, dipilih untuk ada/tidak dan yang menentukan adanya kesempatan kedua itu adalah kamu sendiri dan kamu sendirilah yang paling bertanggung jawab pada keputusanmu.
Tak Semua Orang Mendapat Kesempatan Kedua Untuk Bertemu Cinta Sejatinya
Kiranya memberikan kesempatan kedua pada orang yang pernah menyakiti itu bukanlah sebuah kesalahan. Karena ada sebagian dari mereka yang memang layak untuk mendapatkan kesempatan kedua, dimaafkan karena mungkin saja kesalahan yang dilakukannya itu karena kehilafannya.
Wajar kalau seseorang itu melakukan kesalahan karena godaan diluar memang sangat menggoda. Kadang kesalahan itu adalah ujian untuk hubungan kamu dan dia untuk menguji kesetian kamu apakah dan dia, bukan hanya kesetiaan dia saja. Hanya mereka yang benar-benar bertemu dengan cinta sejatinyalah yang bisa mendapatkan kesempatan kedua.
Tak Pernah Ada Asalan Logis Mengenai Pengkhianatan, Begitu Juga Dengan Memaafkan yang Tidak Perlu Memiliki Alasan Logis
Memang benar semua alasan yang digunakan oleh setiap orang yang berkhianat tidak ada satu pun yang dapat diterima oleh logika kita. Begitu pula dengan memaafkan lalu memberikan kesempatan, kamu tidak perlu punya alasan logis untuk memberikan kesempatan kedua.
Karena jika sudah urusan memaafkan semua hanya mengatas namakan cinta, dalam hubungan cinta semua harus melulu tentang kebahagian kamu dan dia jadi tergantung bagaimana kesepakatan kalian bersama untuk memperbaiki yang salah agar kembali merasakan bahagia. Kalau memaafkan harus memiliki alasan logis berarti mencintai seseorang juga harus memiliki alasan logis pula.
Cinta Selalu Memiliki Ruang Untuk Memaafkan, Selama Kesalahan Bukanlah Kebiasaan Dan Masih Belum Menjadi Candu Baginya
Di dalam cinta itu sendiri sudah terdapat ruang untuk memaafkan dan satu-satunya orang yang memiliki kuncinya adalah dia yang disakiti. Sudah hakmu kapan saja ingin membukakan pintu maaf untuk seseorang yang pernah salah.
Dan kiranya sudah wajar untuk memberikan kesempatan kedua untuk pasanganmu yang benar-benar tulus ingin memperbaiki kesalahannya selama kesalahannya masih belum menjadi kebiasaan atau bahkan candu. Mungkin mereka hanya tersesat hingga akhirnya terpedaya oleh indahnya godaan, maka yang perlu kamu lakukan adalah kembali merangkulnya kembali agar dia bisa kembali pada dirinya.
Ketika dia sudah tidak lagi bersedia untuk dirangkul maka tidak mengapa kamu tutup semua pintu kesempatan keduamu itu.
Kamu Paling Tahu Konsekuensinya Bila Akan Memberikan Kesempatan Kedu Pada Orang yang Pernah melakukan Kesalahan
Segala sesuatunya itu pasti ada resikonya, begitu pula dengan memberikan kesempatan kedua untuk memaafkan. Karena biasa saja ia kembali melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Lagi-lagi kamu hanya perlu kembali pada nasehat dalam cinta tidak ada kesempatan kedua yang ada adalah banyak kesempatan untuk mereka yang masih ingin saling mencintai.
Maka saat kamu ingin memberikan kesempatan kedua pada pasangan kamu tentu kamu tahu betul konsekuensinya. Konsekwensi terbesar saat memberikan kesempatan kedua adalah kamu dihadapkan pada kemungkinan ia akan kembali menghinatimu.
Namun itu tidaklah menjadi masalah selama kamu masih ingin memaafkannya dan bersamanya. Tuhan tidak pernah ikut campur tentang kesempatan kedua. Karena Tuhan sudah memberi kita jalan keluar dibalik setiap persoalan.
Saat Akan Memberikan Kesempatan Kedua Berfokus Pada Keharmonisan Hubungan Bukan Pada Kesalahannya Agar Kamu Tidak Berat Memberikannya Kesempatan Kedua
Ketika kamu merasa bimbang saat hendak memaafkan dia yang telah menghianatimu, berfokuslah pada keharmonisan hubungan kamu dan dia. Jangan berfokus pada kesalhannya karena, selama masih berfokus pada kesalahanmu maka kamu tidak akan pernah sanggup memberikan kesempatan kedua pada dia.
Seseorang yang salah itu berhat memperbaiki diri dan menunjukkan bahwa mereka telah berubah. Maka dari itu berfokuslah pada keinginannya yang ingin memperbaiki kesalahannya bukan kemungkinan dia akan kembali melakukan kesalahannya.
Dari Sekian Banyak Orang yang Pernah Disakiti Kebanyakan Menutup Diri Untuk Memeberikan Kesempatan Kedua
Satu hal yang perlu kamu ketahui adalah dari sekian banyaknya orang yang pernah dikhianati mereka memilih untuk menutup diri dengan tidak memberikan pintu maaf. Mereka beralasan bahwa kemungkinan pasangannya akan kembali melakukan kesalahan lagi.
Kalau kamu memilih jalan berbeda, itu adalah jalanmu sendiri tidak perlu berkaca pada orang lain. Kamu adalah orang yang paling tahu betul dengan kekasihmu, kerena itu kembali pada artikel redaksi sebelumnya yang berjudul 'cinta tidak seperti rumus, jika terjadi pada orang lain belum tentu akan terjadi padamu.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah
