Waktu itu tidak akan pernah berjalan mundur, waktu itu selalu berjalan maju ke depan terus menjauh dari masa lalu. Bersama waktu yang terus berjalan maju itu semuanya yang ada di dunia ini bahkan yang ada di diriku sendiri juga ikut berubah. Berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Karena itulah jangan pernah kamu merasa kaget jika aku tidak seperti dulu lagi dan jika kini kamu ingin menyesal karena dulu pernah meninggalkanku, maka akan aku persilahkan kamu merasakannya.
Aku mengerti mengapa dulu akhirnya kamu meninggalkanku, jujur saat itu aku sangat merasa kecewa dan sakit yang mendalam tapi kini sungguh aku tidak menyesalinya dan bahkan aku merasa beruntung karena kita berpisah. Karena itu pula aku meminta maaf padamu untuk diriku sendiri yang dulu saat bersama kamu.
Dulu Aku Belum Bisa Dandan
Saat masih bersamamu aku pikir aku tidak perlu merias diri agar aku terlihat berbeda dari diriku yang sebenarnya. Aku tidak tahu kalau kecantikan wanita lain akan mampu membuatmu ingin melihatku terlihat lebih cantik juga, aku juga tidak tahu jika kecantikan wanita lain mampu membuatmu tergoda hingga mampu memebuat kita memilih jalan berpisah.
Kini aku sadar dandan itu tidak melulu untuk membuat agar aku terlihat berbeda dengan wanita lain, ini hanya sebuah perawatan untuk diriku sendiri makanya kini aku memilih untuk sedikit dandan demi diriku sendiri dan juga untuk orang yang kini bersamaku.
Dulu Aku Belum Dewasa
Putus dari dirimu lalu menjalin kasih dengan cinta yang baru membuatku kembali membandingkan tentang bagaimana kisah percintaanku yang dulu dan yang sekarang. Baru saat inilah aku menyadari betapa kekanak-kanakannya diriku saat masih bersamamu.
Kisah cinta yang kujalani saat ini membuatku melihat dengan jelas bahwa aku belum dewasa saat itu, sungguh kadang aku tertawa jika melihat kembali kenangan-kenangan tentang kita yang dulu meskipun terkadang ada hal yang ku sesali tapi tenanglah meski ada yang aku sesali aku tidak pernah menutup mata untuk sesuatu yang pernah membahagiakan diriku.
Dulu Aku Terlalu Egois
Kala itu aku masih kekanak-kanakan kadang meski kamu adalah orang yaang paling aku cintai aku merasa aku harus menag dari dirimu ketika kita sedang bertengkar. Maaf kadang aku membuatmu terpaksa mengalah demi membuatku merasa menang lalu merasa senang.
Sungguh aku menyesal karena saat itu aku benar-benar terlihat ingin menag sendiri karena memang aku belum mengerti segala sesutu itu harus dibicarakan bersama agar tidak saling menyakiti.
Dulu Aku Belum Mengerti Arti Dari Sebuah Hubungan
Saat itu aku tidak mengerti bagaimana menjalin sebuah hubungan, aku juga belum mengerti jika kemudian hari akan ada rasa jemu, bosan dan segala rasa lainnya yang memungkinkan sebuah hubungan itu bisa berakhir.
Saat masih bersamamu aku masih belum mengerti jika dalam suatu hubungan itu menuntut kita untuk saling mengerti dan saling memaafkan. Aku juga belum mengerti jika kiata dituntut untuk selalu menjaga kesetiaan saling menghargai, saling memahami.
Dulu Aku Masih Belum Bisa Memandang Masa Depan Dengan Orang Terkasih
Karena belum dewasa, kekanak-kanakan dan egois membuatku tak berfikir lain selain ingin merasa bahagia pada hari itu saja tanpa melihat hari esok. Saat itu aku belum bisa membayangkan 'dunia lain' dunia dimana kita akan menjalani hubungan bersama tinggal bersama lalu.
Karena tak banyak belajar tentang hidup saat itu aku pun merasa yang penting ada kamu di sampingku dan bahkan kadang aku berfikir aku hanya bisa hidup dengan hanya menerima cinta dari kamu. Aku belum mengerti jika rencana hidup di masa depan itu sangat dibutuhkan dan bahkan sangat penting.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah