Hanya Orang-Orang Kuatlah Yang Bisa Melepaskan Sesuatu Meski Sakit Hati

Loading...




Melepaskan bukanlah perkara mudah bahkan melepaskan bisa dikatakan adalah hal tersulit yang tak semua orang bisa ikhlas melakukannya. Hanya mereka yang berjiwa kuatlah yang mampu melepaskan dengan hati yang ikhlas.

Dia yang berjiwa kuatlah yang benar-benar mau merelakan meski sangat menyakitkan. Semua orang ingin menjadi kuat hanya saja menjadi kuat saat melepaskan itu tidaklah mudah bahkan sangat sulit.

Karena Tidak Ada Orang Yang Ingin Melepaskan Semua Ingin Memiliki; Saling Memiliki

Saat menjalin hubungan siapa yang ingin melepaskan? Semua ingin memiliki hingga maut memisahkan. Memiliki atau saling memiliki adalah harapan setiap orang yang menjalin cinta.

Semua Orang Belajar dan Berusaha Bagaimana Cara Memiliki Sementara Melepaskan Tak Pernah Ada yang Belajar Untuk Itu

Ketika memulai sebuah hubungan, ketika jatuh cinta, kamu cendrung berusaha bagaimana agar bisa memilikinya, bagaimana agar bisa mempertahankannya dan bagaimana agar bisa selalu bersama. Kamu belajar dan mengupayakan segala macam cara agar tidak perlu melepaskan.

Melespan Bukanlah Perkara Mudah, Mereka yang Kuat pun Juga Menangis, Marah dan Kecewa

Karena melepaskan bukanlah perkara mudah, mereka yang berjiwa kuatpun juga menangis, marah dan kecewa pada dirinya dan bahkan kecewa pada Tuhannya. Semua sudah mereka lalui sebelum akhirnya mereka sampai pada titik bisa mengikhlaskan saja.

Kalau Pun Pada Akhirnya Mereka Yang Berjiwa Kuat Bisa Ikhlas Bukan Berarti Mereka Tidak Sakit

Bukannya tidak sakit, malah merekalah yang paling mengerti rasanya sakit. Hanya saja mereka sudah melewati semuanya, pedihnya, kehilangan, sakitnya kecewa, lelahnya berharap, lelahnya berdoa dan menguatkan diri. Karena sudah melewati semua akhirnya jiwa mereka kuat dan bisa melepaskan serta merelakan.

Mereka yang Kuat pun Sebelumnya Sudah 'Berperang' Menaklukan Dirinya Sendiri Untuk Belajar Mengikhlaskan

Kalaupun akhirnya mereka yang berjiwa kuat bisa merelakan, itu berarti sebelumnya mereka sudah 'berperang' dengan dirinya sendiri; dengan keegoisannya, dengan kegilaannya, dengan keyakinannya yang masih berharap bisa memiliki.

Dan Kamu Yang Belum Bisa Melupakan Itu Tandanya Kamu Masih Egois  

Dan kamu yang belum bisa melupakan itu tandakannya kamu belum bisa berperang dengan keegoisanmu yang masih meyakini bisa memilikinya, dengan kepercayaanmu yang masih berharap dia kembali dan masih belum mau mengikhlaskan karena masih belum lelah berharap.






Share this:

  • Click to share on Twitter (Opens in new window)
  • Click to share on Facebook (Opens in new window)
  • Click to share on Google+ (Opens in new window)

Related

sumber : duapah

Komentar Facebook
Loading...
Loading...
loading...