Lagi naksir seseorang tampaknya akan lebih baik untukmu jauh-jauh dari smarphone. Ini karena ketika kamu mulai PDKT sama dia, kamu bakalan sering-sring bolak balik ngecek statusnya bahasa laiannya stalking sih.
Dan dengan sendirinya kamu mulai ke-GR-an, gara-gara status yang ditulisnya terasa ditujukan padamu. Padahal aslinya sama skali statusnya itu bukan untukmu. Hanya saja kamu yang kebawa perasaan dan mengira-ngira sendiri jika status di sosial media itu untukmu.
Sosial Media Itu Bukan Cerminan Perasaan, Walau Kadang Dijadikan Tempat Curhat
Kadang-kadang memang ada sejumlah pengguna sosial media yang menjadikan akun mereka sebagai diary, apa-apa distatusin ke akunnya, tujungnya memang pengen dibaca semua orang dan semua orang bisa tahu tentang perasaannya. Lalu apakah kamu yakin apakah orang yang kamu suka itu termasuk orang yang suka curhat di sosial media?
Kamu Menanamkan Harapan Dan Mengira Bahwa Si Dia Akan Update Perasaannya Atau Apa Yang Dia Alaminya Seharian Diakunnya
Dalam pikiranmu kamu menanamkan harapan bahwa dia bakalan menuliskan semu yang dirasakannya dan apa yang dilakukannya seharian tapi nyatanya nggak. Kalaupun dia nulis status baru itu bukan curhatnya melainkan hanya sekedar tulisan biasa atau mungkin cuma informasi biasa yang sudah menjadi viral.
Kalaupun Benar Statusnya Adalah Curhatnya, Bisa Saja Itu Bukan Untukmu Tapi Untuk Orang Lain
Jika pun dia menuliskan status yang menurutmu serasa untukmu, itu tidak berarti untukmu sekalipun di dunia nyata kamu dan dia akrab. Kalau statusnya untukmu pasti dia bakalan ngetag namamu atau inisialmu dan yang sangat menyinggung kamu. Gak mungkin dia nutup-nutupi perasaannya apalagi kalau kamu sudah ngasi kode ke dia kalau kamu suka dia. Bukankah sudah mungkin kalau dia melakukan hal itu, status yang ditulisanya bukan untukmu.
Jikapun Bukan Untuk Orang Lain Mungkin Saja Itu Hanyalah Kebetulan Saja
Kalaupun itu bukan untuk orang lain, bisa saja itu untuk orang lain, kemungkinan saja ia hanya mengcopy kata-katanya orang lain yang dirasanya bagus. Dan kamu dengan PDnya nganggap itu untuk kamu. Kebetulan itu sangat mungkin karena tidak kamu tidak tahu yang ditulisnya itu adalah prasaannya atau hanya copy paste curhatnya orang lain tentang perasaannya.
Mood Kamu Bakalan Kayak Roller Coaster, Sesuai Dengan yang Kamu Arahkan
Keseringan stalking akunnya dia, karena berharap dia curhat tentang perasannya, maka secara tidak langsung kamu membuat perasaankamu layaknya roller coaster, muter kesana kemari, ke atas, kebawah. Kamu bisa membuat perasaanmu seperti yang kamu inginkan, bikin yang tidak nyata menjadi nyata, yang tidak untukmu menjadi seperti untukmu, bikin yang bisa-biasa menjadi luar bisa, bikin yang sedih menjadi senang begitu seterusnya.
Pada Akhirnya Kamu Sendiri Yang Rugi, Karena Harus Kecewa Karena Semua Tidak Seperti yang Kamu Harapkan
Pada akhirnya yang rugi kamu sendiri, karena nyatanya semu tidak sama seperti yang kamu inginkan dan harapan. Kamu tidak akan dapat mengetahui perasaannya dari sosial media. Kalau ingin tahu tanyakan lagsung aja pada orangnya. Jangan mengira apa yang distatusinnya adalah gambaran pribadinya.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah
