Kalo kamu nggak punya pasangan, kamu akan kehilangan sesuatu dalam hidup. Kalo kamu punya pasangan posesif, kamu akan kehilangan hidup, kata Alitt Susanto.
Pacaran sama orang posesif itu rasanya nyebelin, lama-lama bukannya semakin cinta tapi malah bikin bosan. Nyiksa banget apa-apa harus laporan, tidak bebas ngapa-ngapaian karena semua harus ngasi tahu dulu sama dia. Bertengkarnya pun bukan karena masalah besar hanya karena lupa ngasi tahu kalau mau tidur. Sampek bingung mau nyebut dia pacar apa orang tua, mau nyebut dia Tuhan atau hanya manusia biasa saja.
Pacaran Sama Kamu Serasa 'Pacaran' Sama Tuhan, Harus Melakukan Yang Kamu Suruh Dan Menjauhi yang Tidak Kamu Sukai
Kata-katamu seolah menjadi sabda yang harus dilakukan dan dipatuhi. Kamu seolah telah menjadi Tuhan untuk diriku. Apa yang tidak kamu sukai meski aku menyukainya tetap saja tidak boleh aku lakukan. Jika aku tetap melakukannya kamu akan murka lalu mendiamiku atau bahkan memarahiku.
Kadang Bingung Mau Nyebut Kamu Sebagai Pacar Atau Orangtuaku Saja. Apa-apa Harus Pamitan Dulu
Hampir tidak ada bedanya antara kamu dan orang tuaku dirimuh. Kemna-mana, dan mau ngapaian aja harus pamit dan ngasi tahu, merekasih orangtuaku wajar jika aku pamitan. Sementara kamu hanyalah pacar, dan pesannya pun lebih ketat dari yang disampaikan oleh kedua orangtuaku.
Kamu Maunya Diiyain Mulu Tidak Boleh Ada Kata Tidak. Kata Tidak Seolah Berarti Ngajakin Kamu Ribut
Maunya kamu segalanya yang diucapin harus dijawab iya. Tidak peduli saya menyukainya, saya marah, bosan, malas pokoknya kayaknya harus dijabat iya. Menjawat tidak seolah-olah nantangin kamu untuk ribut-ribut. Karena kadang ketika aku jawab tidak mau kamu pasti akan marah.
Pacaran Sama Kamu Serasa Banyak Syarat yang Harus Dipenuhi. Dan Gak Bisa Ngapa-ngapain Kalau Gak Punya Alasan yang Pas
Ribet kamu terlau posesif, aku keluar sama teman sesama wanitanya saja, masih ngasi tahu alasannya mau kemana. Kamu tidak tahu kalau dunia cewek tidak sama seperti cowok. Kamu tidak tahu kalau aku juga ingin ngumpul bersama teman-temanku, walau itu hanya sekedar ngobrol tidak penting. Tidak mungkin aku menemukan rasanya berteman dengan sesama cewek dari dirimu.
Serasa Seperti Cewek Panggilan. Harus Segera Menemui Jika Diminta Bertemu Dan Akan Langsung Dicuriga Bila Bilang Tidak Bisa
Pacaran sama kamu yang super posesif itu membuatku tidak ubahnya seperti cewek panggilan. Giliran mau ketemuan mau sibuk ada kerjaan atau tidak kamu teetep aja maksa ketemuan. Giliran udah ketemu sebentar lalu marah-marah karena terlalu sebentar.
Pacaran Sama Cowok Posesif Seperti Kamu Bukan Serasa Duania Milik Kita Berdua, Tapi Duniaku Serasa Milikmu Saja
Biasanya orang kalau pacaran bakalan ngerasa sama-sama bahagia, tapi pacaran sama cowok posesif itu dunia serasa milik kamu saja. Apa-apa yang penting kamu harus sedang dan kamu bisa tahu serta mengontrol keehidupanku. Ahh dunia menjadi sempit bagiku sejak pacaran sama kamu yang super posesif itu.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah
