Kenanganku tentang dirimu yang tertahan, terpendam di hati ini. Rasa cinta di hati ini hancur berkeping-keping saat kamu pergi menjauh. Aku yakini bukanlah tidak ada alasan dirimu dan diriku dipertemukan namun tidak perpisahan seperti ini.
Ada serpihan yang berkecamuk, terasa panas namun tidak tahu rasa panas karena apa. Haus akan dirimu membunuh diriku. Kesendirian ini, ketidak sempurnaan ini, menginginkan agar aku tidak terus menahan rasa sabarku ini.
Aku tak kuasa hidup dalam kesendirian dan kesepian. Dimana hanya kudengar gema dari pikiranku sendiri. Rasa terputus dari seluruh dunia. Tenggelam dalam obsesi dan kenangan.
Ini tentang kesepian yang tidak pertnah bosan memeluk kesendirin, tentang malam yang terlalu dingin untuk dibicarakan. Tentang gigil gemelutuk yang memeluk kala bekunya setiap debar perasaan.
Seberapa Hebat Pun Cinta Bisa Mendatangkan Kebahagian, Pada Akhirnya Cinta Pula Yang Paling Bengis Dalam Mengajarkan Luka
Ini tentang kecemasan dan haru yang terus mengikat, tentang perkara cinta yang harus berujung perpisahan, lalu meningglakan kesedihan dan menyebabkan wajah selalu memasang seringai murung serta lirih tangis yang tak kunjung berakhir.
Seberapa kuat pun berusaha menahan, pada akhirnya kesepian tak pernah kehabisan cara dalam memaksa untuk melepaskan kebersamaan. Kesendirian ini terus saja menghadirkan bayang-bayang dirimu, lalu emosi ini meluap dengan sendirinya tatkala mengingat saat dirimu memutuskan untuk pergi meninggalkanku.
Ini tentang kamu yang memilih membelakangiku lalu melangkah jauh tanpa bisa aku hentikan atau aku ikuti. Ini tentang sakitnya tidak bisa menggenggam tanganmu lagi karena harus melambaikan salam perpisahan.
Ini tentang kesedihan yang tertinggal selepas kepergianmu, tentang butiran air mata yang tidak terbendung dipelupuk mata lalu membanjiri pipi ini. Ini tentang rintihan hati yang sangat tidak ingin kehilangan dirimu, lalu memaksakan bibir untuk melantunkan doa-doa dengan lafal semoga kita masih bisa dijodohkan.
Ini tentang melepaskan namun sebenarnya sangat tidak ikhlas, ini tentang tidak lagi berharap namun masih memimpikan bisa dipersatukan dengan dirimu.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah
