Mungkin ini hanya dirasakan oleh wanita yang sering disakiti oleh pasangannya. Mereka seolah memiliki naluri untuk selalu memberikan maaf dan kesempatan pada setiap kesalahan yang dilakukan oleh kekasihnya.
Tidak peduli seberat apapun kesalahan yang dilakukan kekasihnya, sengaja atau tidak pasti akan ada rasa tidak tega untuk meninggalkan kekasihnya bila memohon untuk bersama. Mereka seolah memiliki atau bisa merasakan apa yang dirasakan oleh kekasihnya. Dan serasa ada dorongan hati untuk memaafkan.
Antara Bodoh Dan Karena Alasan Cinta Sebenarnya Mereka Menyadarinya Namun Mereka Memilih Tidak Peduli
Ketika sering dikhianati namun tetap mau memberikan maaf sebenarnya wanita menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu alasannya antara karena cinta dan karena bodoh Mereka sadar betul itu namun mereka tidak peduli terlihat bodoh atau tidak.
Karena yang terpenting bagi mereka adalah memaafkan merupakan bukti bahwa mereka benar-benar tulus mencintai hingga kebagian teerburuk lelakinya.
Rasanya Selama Masih Bisa Bersama Mereka Tetap Ingin Memperjuangkan Meski Menyakitkan
Selama masih bisa bersama, selama masih ada peluang hingga ke pelamin rasanya mereka ingin selalu berjuang meski menyakitkan. Dalam diri mereka seolah ada alat pemacu yang terus membuat mereka mau berjuang mempertahankan meski menyakitkan. Rasa sakit itu seolah bukanlah hal yang menakutkan untuk dirasakan.
Selama Masih Ada Keinginan Untuk Memiliki Pasti Akan Selalu Ada Maaf Untuk Segala Bentuk Pengkhianat Kekasihnya
Setiap wanita itu pasti sama, selama dalam dirinya ada keinginan untuk memiliki, pasti akan selalu ada maaf untuk segala bentuk pengkhinatan dan kebohongan yang dilakukan oleh paasangannya. Selama rasa ingin memiliki itu ada tidak peduli sesakit apapu yang dirasakan wanita itu pasti tidak akan peduli.
Tidak Ada Yang Bisa Mengerti Perasaan Dan Alasan Wanita Mengapa Memaafkan Meski Disakiti
Sejatinya banyak orang yang penasaran kenapa wanita itu masih mau bertahan, masih tetap cinta, masih memaafkan ketika disakiti atau diselingkuhin oleh pasangnya. Padaham memaafkan tidak harus dibarengi dengan mempertahankan, memaafkan lalu melepaskan seharunya menjadi pilihan paling bijak bagi mereka, namun mereka tidak melakukan itu.
Orang-orang, bahkan sesama wanitanya pun seolah kehabisan akal untuk berpikir apa yang sedang ada dalam pikian wanita mengapa mau memaafkan meski disakiti. Namun begitulah perasaan wanita tidak ada yang mampu mengertinya selain dirinya sendiri.
Untuk Soal Cinta Wanita Menempatkan Perasaan Diatas Logikanya, Jangan Heran Kalau Mereka Akan Mentingin Perasaannya
Kebanyakan wanita itu akan menempatkan perasaannya diposisi pertama ketimbang logikanya ketika mereka sedang jatuh cinta. Sehingga tidak heran jika wanita lebih mementingkan perasaannya ketimbang berhitung soal apa yang akan diterimanya bila melepaskan atau mempertahankannya.
Mereka tidak akan berpikir jauh jika melepaskan itu ternyata lebih mendamaikan dan membahagiakan ketimbang mempertahankan dan memberikan maaf hingga berulang-ulang.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah
