Punggung Ayah Adalah Penyanggah Rumahku, Aku Cinta Ayah Aku Sayang Ayah

Loading...




Ayah itu adalah orang yang tidak pernah peduli panas atau hujan badai ia tetap berjuang mencari nafkah bagi keluarganya, ia bagiku adalah pahlawan dan laki-laki yang tidak akan pernah tergantikan dengan laki-laki manapun dan siapapun.

Sungguh ia rela ia panas kepanasan mandi keringat, hujan ia kehujanan menggigil kedinginan, hanya demi istri dan anak-anakya, ada rasa sakit ketika mengingat perjuaangnnya, dari kecil hingga sekarang aku hanya tau bagaiman rasanya meminta uang jajan tanpa memikirkan jerih payahmu dalam memenuhi kebutuhanku dan memenuhi semua permintaanku.

Ayah aku sayang ayah, aku cinta ayah, maaf jika selama ini aku hanya banyak meminta. Kelak semoga aku mampu membuatmu bangga.

Ayah Perlakuanmu Terhadapku Tidak Sama Dengan Ibu, Tapi Justru Itu Yang Membuatku Tumbuh Menjadi Pribadi Utuh

Ayah, cara memperlakukanku, cara mencintaiku beda dengan cara ibu memperlakukanku dan mencintaiku, bagiku cinta kedua-duanya sangat aku butuhkan, cinta seorang ibu selalu menenangkanku dan cinta seorang ayah selalu menguatkanku. Terimkasih telah menjadi perantara aku terlahir kedunia.

Aku sangant beruntung memiliki orang tua seperti kalian dan seomga kalian juga beruntungtung memilikiku.

Ayah Yang Tak Banyak Bicara, Terkesan Tidak Peduli Tetapi Sesungguhnya Yang Ada Dalam Hatinya Adalah Kita

Sosok ayah yang terkesan cuek yang seolah-olah tidak peduli tapi sesungguhnya jauh didalam hatinya hanyalah kita, yang ada didalam pikiranya cuma bagimana caranya membuat kita bahagia.

Meskipun gak sebawel ibu ingetin ini itu dari a sampek z, tapi aku yakin dan percaya kasih sayang dan cinta ayah juga gak kalah besarnya sama kasih sayang dan cinta ibu terhdapku.

 Ayah Aku Tahu Cintamu Tidak Terlihat Karena Ayah Tidak Pandai Untuk Menunjukkan

Ayah yang tidak pandai menunjukkan rasa cintanya tapi ayah menunjukkan rasa cintanya dengan cara banting tulang hanya demi keluarganya.

Kekita aku mengingatmu berusaha keras banting tulang untukku, terkadang aku menitikkan air mata haru, sekaligus merasa bersalah, karena rela membiarkan ayah terus mati-matian mebiayaiku. Terkadang aku tidak ingin ayah banting tulang untukku, tapi aku masih sangat membutuhkan biaya untuk sekolahku.

Ayah Tidak Menimangmu Setiap Waktu, Tapi Tangan Kokohnya Selalu Mampu Mengangkatmu Tinggi-Tinggi Agar Kau Bisa Melihat Dunia Dari Sudut Pandang Yang Lebih Luas

Ayah memang tidak selalu menimangku, tidak menyanyikan lagu pengantar tidur untukku tapi tangannya yang kokoh mampu mengangkatmu tinggi-tingi agar aku bisa melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas lagi, semua nasehatmu tentang hidup akan menyertai hidupku.

Ayah sekarang aku mulai mengerti mengapa ayah memiliki tangan yang kokoh untuk mengangkatku tinggi-tinggi dan mengerti bagaimana jerih payahmu selama ini, aku disini berdiri dan sudah mulai melihat dunia dengan jelas meski belum luas seperti ayah inginkan.

Semoga aku mampu berdiri lebih tegak lagi dan melihat dunia lebih luas lagi bahkan kalau perlu aku ingin menunjukkan  terhadap dunia, betapa hebatnya seorang ayah bagiku.

Ayah, Semoga Seluruh Peluh Dan Tetesan Keringat Yang Kau Keluarkan Dalam Perjuanganmu Mencari Nafkah Untuk Ku Senantiasa Berkah Di Balas Dengan Syurga.

Terimkasih ayah telah menjadi lelaki terhebat dalam hidupku, terimakasih telah memenuhi semua kebutuhanku selama ini, mungkin aku adalah anak yang tidak tau caranya balas budi terhadap jasa-jasamu, mungkin aku masih belum mampu membahagiakanmu, mungkin juga aku belum bisa membuatmu bangga.

tapi ayah jauh di dalam hatiku, aku bersyukur memiliki ayah sepertimu sangat bersyukur, karena aku belum tentu seperti yang sekarang ini jika ayah bukanlah ayahku. Kelak semoga aku bisa membahagiakanmu, semoga kelak aku mampu membuatmu bersyukur memiliki anak sepertiku dan bisa membuatku bangga karena selama ini tidak sia-sia memenuhi kebutuhanku.

Ayah sayangku, ayah lelaki terheabtku, yang selalu ada dalam doa-daoku semoga semua peluh dan tetesan keringat yang kau keluarkan di balas dengan syurga.






Share this:

  • Click to share on Twitter (Opens in new window)
  • Click to share on Facebook (Opens in new window)
  • Click to share on Google+ (Opens in new window)

Related

sumber : duapah

Komentar Facebook
Loading...
Loading...
loading...