Stalking Mantan Itu Sakit, Tapi Bikin Ketagihan

Loading...




Sering mengintip dan stalking akun media sosial mantan kekasih itu memang sangat menyakitkan. Tapi Stalking itu seolah menjadi ritual yang harus dilakukan terutama saat masih baru putus sama mantan pacar.

Wajarsih sebenarnya kalau kamu masih sibuk pengen mengetahui aktifitasnya, meskipun kadang harus siap-siap kecewa jika tiba-tiba ia mengunggah postinganya yang bikin nyesek, yakni nulis status atau ngunggah foto lagi mesraan sama pacar barunya.

Diawal-awal Baru Putus Stalking Semua Akun Sosial Media Mantan Pacar Menjdi Sesuatu yang Wajib

Stalkingt dimasa awal perpisahan untuk tahu perkembangannya setelah berpisah dengan kita adalah sesuatu yang wajar dan mungkin semua orang akan melakukanya.

Sebagain dari mereka masih sibuk stalking aku sosial media mantan pacar karena rasa penasaran yang nggak bisa ditahan, atau sekadar iseng sampai ketagihan. Entah itu cuma lihat update statusnya, mengecek timeline dan menge-zoom foto-foto terbaru, mengutak-atik profilnya atau melihat foto-fotonya yang lawas.

Lebih Baik Memantaunya Lewat Social Media Ketimbang Langsung Menghubungi Dia

Karena masih ada rasa sayang akhirnya cuma bisa melihat-lihat postingannya di akun sosial medianya. Karena rasanya terlalu malu bila menghubunginya langsung hanya untuk menanyai kabarnya. Rasanya bisa turun pasaran dan gengsilah nanyak-nanyak kabarnya dia apalagi sudah tidak ada hubungan lagi. Kebayang kalau tanggapannya sinis atau kasar tambah nyesek jadinya.

Awal-awalnya Cuma Sekedar Iseng-iseng Aja, Tapi Entah Kenapa Akhirnya Bikin Ketagihan Dan Ngerasa Ada Yang Kurang Bila Tidak Melihat Akunnya

Sebenarnya awalnya awalnya cuma sekedar iseng. Nggak tahu kenapa, akhirnya menjadi paling asyik itu memang kepo ke mantan, walaupun nggak jarang juga bikin perasaan lebih campur-aduk saat tahu kegiatan barunya tanpa aku dan sudah ada yang nemenin dia.

Saat stalking ada dua perasaan yang lebih mendominasi hati yakni merasa puas, sakit hati atau sakit hati tapi puas. Yang paling nysek itu yang ketiga ngerasa puas sekaligus sakit hati.

Rasa Penasaran Itu Candu. Stalking Itu Nagih

Rasa penasaran itu candu. Stalking itu nagih. Entah kenapa ketika kita mulai sekali buat stalking, maka akan ada stalking-stalking berikutnya menyusul, lalu kegiatan itu mulai masuk to-do-list setiap hari, menjadi kebutuhan tersier, terus jadi sekunder, lalu jadi kebutuhan primer. Dan kecenduan deh akhirnya.

Lebih Baik Nyesek Dari Pada Mati Penasaran

Saat rasa penasaran nggak bisa ditahan, maka saat itu juga tangan dan mata gatel pengen buka timeline, tapi setelah tahu jadi kepikiran seharian atau merasa nyesek. Daripada mati penasaran dan merasa rindu gak karu-karuan lebih baik stalking mantan. Karena rasanya bisa menjadi penawar sementara.

Meski kita mengetahui kegiatan 'menguntit' mantan tak jarang atau bahkan lebih banyak akan berbuah rasa sakit, tapi tetep aja kita masih melakukannya. Rasanya bodo amat mau dibilang gagal move on atau apalah tapi rasa penasaran ini lebih menggangu.

Boleh Dibilang Stalking Itu Adalah Hal Tergila yang Paling Menyenangkan Dan Cara Paling gampang Nyakitin Diri Sendiri

Mencari tahu tentang mantan lewat akun sosial media menjadi sesuatu yang menyenangkan saat ada status dia yang seolah-olah buat kita dan sekaligus bisa menjadi cara menyakiti diri sendiri, saat tahu apa yang ditulisnya itu bukan untuk kita.

Karena apa yang tertulis diakunya itu bisa saja anomali, bisa bikin yang sedih jadi bahagia, yang bahagia jadi sedih, atau yang bahagia makin bahagia, dan yang nyesek jadi makin nyesek. Semua bisa muter-muter jungkir balik, serasa gak ada kerjaan lain aja, mencari kesakitan diri sendiri.






Share this:

  • Click to share on Twitter (Opens in new window)
  • Click to share on Facebook (Opens in new window)
  • Click to share on Google+ (Opens in new window)

Related

sumber : duapah

Komentar Facebook
Loading...
Loading...
loading...