Dulu pernah aku menyi-nyiakan seseorang yang mencintaiku, lalu aku mati-matian mengejar cintanya orang lain yang tidak mencintaiku. Untuk sekalipun aku tak pernah melihatnya, apalagi memberikannya kesempatan untuk sekedar memperdulikanku. Karena aku terlalu sibuk mengejar orang yang aku cintai.
Kini setelah aku lelah mengejar seseorang yang tidak mencintaiku, setelah aku merasakan sendiri sakitnya disia-siakan. Aku benar-benar merasa menyesal, karena aku baru bisa melihat ketulusan cintamu setelah aku disakiti oleh orang lain.
Dalam Cinta, Rupanya Harus Ada Hati yang Terluka Terlebih Dahulu Agar Kita Belajar Arti Ketulusan
Rupanya untuk melihat siapa yang paling tulus mencintaiku, aku harus terluka terlebih dahulu. Dan kini setelah aku disia-siakan oleh orang yang paling ingin aku miliki, barulah aku bisa melihat seperti apa ketulusan itu dan aku melihatnya itu dari yang kamu berikan padaku selama ini. Meskipun aku tidak pernah melihatmu. Aku baru bisa belajar tentang ketulusan hati itu seperti apa, setelah kepedulianku disia-siakan oleh orang yang aku kejar-kejar.
Hatiku Telah Dibuat Tuli Oleh Orang Yang Aku Cintai, Hingga Tidak Peka dan Tidak Bisa Mendengar Kebaikan, Ketulusan, Dan Cintamu
Sekarang aku merasa benar-benar telah dibuat tuli dan tidak bisa membuka mata hatiku oleh cintanya seseorang yang ingin kumiliki. Sampai-sampai aku abai pada perasaanmu dan segala perjuanganmu demi mebahagiakanku. Kini aku baru bisa melihat semua kebaikanmu, ketulusanmu dan cintamu setelah aku dibuat patah hati oleh orang lain. Ternyata orang seperti dirimu sangat berharga dan tidak semua orang bisa menjadi seperti dirimu.
Betapa Bodohnya Diriku, Membiarkan Orang yang Ingin Membahagiakan Diriku Demi Mengejar Orang yang Pada Akhirnya Menyakitiku
Mungkin aku adalah orang yang paling bodoh di dunia, karena memilih mengabaikan seseorang yang menjanjikan kesetian padaku hanya demi ketidak bahagian. Ini seolah-olah aku menukar kebahagian dengan ketidak bahagian, karena tertipu oleh hati yang terlanjur terpaut
Kini Menyesalpun Sudah Tidak Ada Gunanya, Karena Ketulusanmu Yang Dulu Tak Dapat Aku Minta Lagi Untuk Aku Miliki Lagi
Penyesalan itu memang selalu datang pada bagian akhir, dan baru bisa aku rasakan setelah aku melihat sendiri seperti apa ketulusan itu. Kini tidak mungkin bagiku meminta ketulusanmu yang dulu, kini sudah tidak mungkin rasanya memiliki ketulusanmu yang dulu. Rasanya aku telah rugi dua kali secara bersamaan dan sakit rasanya karena tidak bisa memperbaiki kesalahan yang menyebabkan kerugian itu.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah
