Ketika menikah laki-laki cendrung menginginkan menikah dengan wanita yang masih segelan. Dan cendrung akan memandang rendah atau merasa rugi jika wanitanya ternyata sudah tidak lagi segelan.
Hal ini pun membuta banyak wanita yang sudah tidak "segelan" merasa takut jika nanti pasangannya kecewa bahkan sekaligus menjadi pemicu merasa depresi karena takut tidak memiiki masa depan lagi. Ini seolah menanyakan masih 'segelan' atau tidak menjadi sesuatu yang penting, padahal para wanita tidak pernah menanyakan masih perjaka atau tidak.
Diluar Sana Bahkan Yang Tidak Perjaka Sekalipun Juga Inginnya Menikah Sama Wanita Yang Masih 'Segelan'
Entah mengapa cowok brengsek yang sudah dengan mudahnya mencampakkan wanita setelah merenggut kehormatannya, juga menginginkan menikah dengan wanita yang masih 'segelan'. Ini seolah mereka memandang rendah wanita yang sudah tidak lagi memiliki 'kesucian'. Padahal orang-orang seperti merekalah yang membuat wanita banyak yang rela melepas kemormatannya, karena tergoda bujuk rayuannya.
Diluar Sana Banyak Wanita Yang Sudah Tidak 'Segelan' Tetapi Lelaki Tidak Perjakapun Juga Lebih Banyak
Tidak bisa dipungkiri jika diluar sana banyak wanita yang sudah tidak lagi 'segelan' karena berbagai alasan. Entah karena sudah direnggut oleh pacar sebelumnya, atau karena kejahatan ****, atau karena dijual. Namun bukankah laki-laki tidak perjaka juga banyak. Lalu mengapa masih mempermasalahkan 'kesucian' ketika akan menikah.
Memandang Rendah Wanita Yang Sudah Tidak Lagi 'Segelan' Seolah Menganggap Laki-laki Itu Mulia
Tidak sedikit laki-laki yang tampak memilih-milih wanita ketika hendak menikah. Ini seolah memandang bawa wanita yang sudah tidak lagi 'segelan' itu rendah. Yang seakan-akan menjadi pilihan terakhir jika sudah tak ada lagi stok mereka yang masih 'segelan'.
Topik "Segelan" Lebih Utama Dan Penting Sementara Topik Keperjakaan Terlewatkan Begitu Saja
Mengapa selama ini lebih sibuk menanyakan dan mempermasalahkan 'kehormatan' para wania. Bukankah wanita selama ini tidak pernah mempermasalahkan keperjakaan laki-laki yang ingin menikahinya.
Bukankah Menikah Itu Atas Dasar Cinta Bukan Karena Masih 'segelan', Kenapa Mempermasalahkan?
Menikah itu atas dasar saling mencintai bukan karena masih segelan atau tidaknya. Lalu mengapa mempermasalahkannya? Bukankah cinta itu lebih penting? Tidakkah cinta yang kamu miliki mampu memaafkan kesalahan yang pernah dilakukan oleh wanitamu pada masalalunya?
Bukankah Tidak Adil Jika Hanya Mempermasalahkan Wanita yang sudah Tidak Lagi 'Segelan', Sementara Kalian Sudah Tidak Lagi Perjaka
Kalau kalian sendiri tidak perjaka bukankah sangat tidak adil mempermasalahkan 'kehoratan' wanita yang ingin kamu nikahin saat ini. Kalau kalian sudah pernah merenggut kesucian wanita diluar sana bukankah sudah sangat wajar jika kamu mendapatkan wanita seperti yang kamu campakkan setelah kamu renggut mahkotanya.
Share this:
- Click to share on Twitter (Opens in new window)
- Click to share on Facebook (Opens in new window)
- Click to share on Google+ (Opens in new window)
Related
sumber : duapah
