Saat Ini Mungkin Kamu Melihatnya Sebagai Orang Yang Cuek Dan Tidak Perduli Lagi Kepadamu, Beda Dengan Dulu

Loading...




Tidak perlu menanyakannya, mengapa seseorang itu mudah berubah. Karena sudah pasti seseorang itu memiliki alasan mengapa dirinya harus seperti itu. Sudah pasti dia memiliki alasan yang sangat kuat, dia tidak serta merta menjadi seseorang yang seperti saat ini kamu lihat.

Mungkin benar saat ini kamu melihatnya sebagai seseorang yang sangat cuek dan tidak perduli lagi terhadapmu. Mungkin kamu akan bertnya mengapa dia berubah secepat ini.

Tetapi asal kamu tahu saja, bahwa sebelum dia menjadi orang yang cuek dab tidak perduli, bukannya dulu dia orang yang sangat peduli terhadapmu. Tapi apa yang kamu lakukan terhadapnya, sehingga dia bisa berubah seperti itu.

Itu Hanya Karena Kamu Yang Tidak Bisa Menghargai Perasaannya

dramabeans.com

Dia berubah menjadi orang yang sangat cuek dan tidak peeduli lagi terhadapmu. Itu karena kamu yang tidak bisa menghargai perasaannya sama sekali.

Kamu tidak pernah menghargai perasaannya, saat dia masih selalu memperhatikanmu, malah kamu yang acuh tidak acuh. Saat dia sangat perduli, malah kamu yang sama sekali tidak menghargainya.

Dan sekarang kamu menanyakannya kenapa dia berubah, padahal semua itu hanya karena sifatmu. Coba saja kamu bisa lebih peduli dan mengerti perasaannya, mana mungkin dia bisa berubah seperti itu.

Dulunya Dia Pernah Perhatian Setulus Hati, Namun Tidak Pernah Kamu Hargai

dramabeans.com

Saya rasa, kamu masih belum pikun untuk mengingat semua hak tentangnya. Bagaimana dia selalu memberikan perhatian yang tulus kepadamu, namun tidak pernah kamu hargai.

Apa kamu tidak pernah berfikir bahwa selama ini dia begitu tulus memberimu perhatian. Kenapa malah kamu sia-sia kan keberadaannya, padahal dia tidak pernah lelah selalu memberimu perhatian. Tetapi malah kamu sendiri yang mengabaikannya.

Apa kamu kira menemukan seseorang yang memberi perhatian dengan tulus itu mudsh kamu dapatkan. Jangan salah, malah sebaliknya, kamu akan sulit menemukannya. Jika dia berubah, siapa suruh kamu tidak pernah menghargainya.

Dia Lebih Memilih Merelakanmu Dan Pergi Dulunya Dia Pasti Pernah Bertahan Sekuat Hatinya

dramabeans.com

Dia juga punya hati dan pikiran. Dia juga tau bagaimana rasanya sakit hati, dia juga bisa mikir untuk apa dia terus berada di samping orang yang sama sekali tidak menghargainya.

Jika dia lebih melilih pergi, yang saya tahu dan yang saya yakini, bahwa dulunya dia pasti pernah bertahan sekuat hati untuk tetap disampingnya. Hanya saja dia sudah memiliki pilahan lagi, kecuali pergi menibggalkannya.

Toh tidak ada gunanya juga terus menerus mempertahankan orang sama sekali tidak pernah menghargainya. Lebih baik pergi dari pada terus menerus berada disampingnya hanya akan tersakiti.

Karena Dia Benar-Benar Lelah Menghadapimu

dramabeans.com

Meskipun dia masih menyangimu, meskipun dia masih ingin memberikan perhatian dan ingin perduli. Tetapi dia sudah terlanjur sakit dan terlanjur kecewa. Sehingga dia sudah benar-benar lelah menghadapimu, dia benar-benar lelah berada disampingmu.

Dia akan berfikir untuk apa dia bertahan sendirian, untuk apa dia memberimu perhatian dan untuk apa dia masih mau perduli, sudah jelas-jelas kamu tidak pernah menghargainya. Sehingga dia lebih memilih pergi karena sudah benar-benar lelah menghadapimu.

Intinya Orang Yang Memilih Angkat Tangan Dan Menyerah Itu, Dulunya Pernah Memperjuangkan Namun Tidak Pernah Di Hargai

dramabeans.com

Dia gak mungkin angkat tangan dan menyerah tanpa pernah berjuang terlebih dahulu. Jika dia rasa apapun yang dia lakukan tidak membuahkan hasil sama sekali, jika semua yang dia lakukan tidak pernah kamu hargai. Pantas saja dia lebih memililih angkat tangan dan menyerah.

udah berapa lama dia bertahan tapi kamu tidak peenah menghargainya. Dia menyerah dan pergi bukan tanpa alasan. Intinya orang yang memilih angkat tangan dan menyerah itu dulunya pernah dulunya pernah memperjuangkan namun tidak pernah kamu hargai.






Share this:

  • Click to share on Twitter (Opens in new window)
  • Click to share on Facebook (Opens in new window)
  • Click to share on Google+ (Opens in new window)

Related

sumber : duapah

Komentar Facebook
Loading...
Loading...
loading...